Hari ini saya iseng buka situs
berita online, dan jreng… jreng…. Detik.com menjadi pilihan saya. Sebelumnya saya
tidak pernah rutin membuka berita seperti itu, yang lebih rutin buka facebook. Hhee…
Warga macam apa saya ini?
Dan dalam ‘perjalanan’, iris saya
menangkap berita yang berjudul “Prabowo: Kok
Saya Disepelekan, Seperti Dianggap Tidak Ada” di Klik lah judul itu,
“Owh… owh… owh…” itu tanggapan saya.
_oOO_
Jadi isinya begini, sebenarnya berita itu isinya curhatan Prabowo pada
media tentang hubungannya dengan Bu Megawati. Hust, jangan berfikiran mesum
dulu. Hubungan yang saya maksud adalah hubungan politik.
"Mbok ya dipanggil. Saya di
ajak kopi-kopi. Saya sih itu saja. Kok saya disepelekan, seperti dianggap tidak
ada," kata Prabowo sambil mengawang ke luar jendela, diiringi semilir
angin yang menyejukan (fiksi).
Si bapak yang satu ini sedang
patah hati kawan, janjinya (yang suci) diingkari. Haha. Masih inget dong PEMILU
tahun 2009 dimana Prabowo menjadi CaWapres, mencalonkan diri bersama Bu Mega
sebagai CapRes-nya. Disitulah awal perkara cerita itu.
Sebenernya bapak itu pengeeen…. Banget
jadi Presiden, dengan percaya diri tingkat tinggi. Eh, malah si Ibu minta di
buat jadi pasangan. “Adung gimana donk ya… (bukan tidak mencintai ibu), Aku kan
bisa jadi Presiden, kenapa harus mengalah dan menjadi wakil mendampingi Ibu?”
Mungkin itu suara benak Bapak saat itu.
Mungkin juga karena melihat
kesungguhan (cinta) Ibu akhirnya bapak mau disandingkan dengannya. Dan saat
itulah mereka membuat suatu perjanjian yang ditandatangani Bapak dan Ibu.
Isi perjanjian itu adalah saat tahun
2014 kala Bapak mencalonkan kembali menjadi Presiden Ibu akan mensupport dan
membantu Bapak. Nyatanya, Ibu tidak demikian. Ia malah dengan bangga
memperkenalkan pria lain. Bapak tidak cemburu, tapi Bapak hanya kecewa mengapa
ibu tidak menepati janjinya.
Beberapa percakapan yang saya tanggap
dari Bapak dan Ibu.
I = Ibu B= Bapak
I : Pak, temenin Ibu buat jadi
Capres yuk.
B : Gak ah Bu, masa ibu yang
pimpin. Bapak aja, Ibu tinggal dirumah aja.
I : Ayolah Pak, ibu juga kan mau
jadi Capres lagi. Bapak ganteng deh. (sambil ketip-ketip mata)
B: Yaudah kalau Ibu maksa, tapi
ada perjanjiannya ya bu.
I : (senyum-senyum manja) Makasih
Bapak… Terus perjanjiannya apa?
B : Tahun depan Ibu harus
istirahat dan membiarkan Bapak memimpin Negara.
I : Oke deh Bapak (acung jempol)
Pemilu tahun depan datang,
(sekarang).
B : Ibu kok gitu sih? Malah dukung
cowok lain.
I : Terserah Ibu donk mau dukung
siapa.
B :Loh kok gitu bu? Ibu kan udah
punya janji sama Bapak.
I : Eh, Emang Ibu siapa Bapak? Ngaca
dong.
Seperti itulah kira-kira.
_oOo_
Demikianlah cerita yang
berlangsung antara Bapak dan Ibu. Jika ada yang merasa tersinggung maafkanlah
anak alay yang satu ini. Tidak ada maksud apapun selain membuat fakta itu
kedalam cerita ringan.
0 komentar:
Posting Komentar