Selasa, 01 April 2014

Prabowo Patah Hati



Hari ini saya iseng buka situs berita online, dan jreng… jreng…. Detik.com menjadi pilihan saya. Sebelumnya saya tidak pernah rutin membuka berita seperti itu, yang lebih rutin buka facebook. Hhee… Warga macam apa saya ini? 

Dan dalam ‘perjalanan’, iris saya menangkap berita yang berjudul “Prabowo: Kok Saya Disepelekan, Seperti Dianggap Tidak Ada” di Klik lah judul itu,

“Owh… owh… owh…” itu tanggapan saya.

_oOO_

Jadi isinya begini, sebenarnya berita itu isinya curhatan Prabowo pada media tentang hubungannya dengan Bu Megawati. Hust, jangan berfikiran mesum dulu. Hubungan yang saya maksud adalah hubungan politik.
"Mbok ya dipanggil. Saya di ajak kopi-kopi. Saya sih itu saja. Kok saya disepelekan, seperti dianggap tidak ada," kata Prabowo sambil mengawang ke luar jendela, diiringi semilir angin yang menyejukan (fiksi).

Si bapak yang satu ini sedang patah hati kawan, janjinya (yang suci) diingkari. Haha. Masih inget dong PEMILU tahun 2009 dimana Prabowo menjadi CaWapres, mencalonkan diri bersama Bu Mega sebagai CapRes-nya. Disitulah awal perkara cerita itu. 

Sebenernya bapak itu pengeeen…. Banget jadi Presiden, dengan percaya diri tingkat tinggi. Eh, malah si Ibu minta di buat jadi pasangan. “Adung gimana donk ya… (bukan tidak mencintai ibu), Aku kan bisa jadi Presiden, kenapa harus mengalah dan menjadi wakil mendampingi Ibu?” Mungkin itu suara benak Bapak saat itu. 

Mungkin juga karena melihat kesungguhan (cinta) Ibu akhirnya bapak mau disandingkan dengannya. Dan saat itulah mereka membuat suatu perjanjian yang ditandatangani Bapak dan Ibu. Isi  perjanjian itu adalah saat tahun 2014 kala Bapak mencalonkan kembali menjadi Presiden Ibu akan mensupport dan membantu Bapak. Nyatanya, Ibu tidak demikian. Ia malah dengan bangga memperkenalkan pria lain. Bapak tidak cemburu, tapi Bapak hanya kecewa mengapa ibu tidak menepati janjinya.

Beberapa percakapan yang saya tanggap dari Bapak dan Ibu.

I = Ibu  B= Bapak

I : Pak, temenin Ibu buat jadi Capres yuk.
B : Gak ah Bu, masa ibu yang pimpin. Bapak aja, Ibu tinggal dirumah aja.
I : Ayolah Pak, ibu juga kan mau jadi Capres lagi. Bapak ganteng deh. (sambil ketip-ketip mata)
B: Yaudah kalau Ibu maksa, tapi ada perjanjiannya ya bu.
I : (senyum-senyum manja) Makasih Bapak… Terus perjanjiannya apa?
B : Tahun depan Ibu harus istirahat dan membiarkan Bapak memimpin Negara.
I : Oke deh Bapak (acung jempol)
Pemilu tahun depan datang, (sekarang).
B : Ibu kok gitu sih? Malah dukung cowok lain.
I : Terserah Ibu donk mau dukung siapa.
B :Loh kok gitu bu? Ibu kan udah punya janji sama Bapak.
I : Eh, Emang Ibu siapa Bapak? Ngaca dong.

Seperti itulah kira-kira.

_oOo_

Demikianlah cerita yang berlangsung antara Bapak dan Ibu. Jika ada yang merasa tersinggung maafkanlah anak alay yang satu ini. Tidak ada maksud apapun selain membuat fakta itu kedalam cerita ringan. 

0 komentar:

Posting Komentar