Senin, 03 Maret 2014
Tok Tok
Tokk Tokk
“Aww”
Ada yang mengetuk ubun seperti ketukan tangan pada pintu. Sakit. Maniknya mengerling keatas kepalanya sendiri. Rian mengernyit. Tak ada apa-apa atau siapa-siapa. Ah, mungkin hanya perasaanku saja. Batinnya.
Tokk Tokk
Rian kini menyapu udara di atas ubunnya. Mungkin saja itu seekor hewan yang entah apa sedang nangkring diatas kepalanya, meski dia sendiri ragu. Tapi juga tak ada hewan melata atau bersayap yang pergi dari situ. Karena memang tak ada.
Tokk Tokk
Bulu kuduk Rian berdiri. Dia merasakan sensasi lain selain sakit yang sekarang membuat kepalanya berdenyut. Ia bergidik, memadang seisi kamar yang memang tak ada siapa-siapa. Tak hanya bulu kuduk, rambut halus ditangan dan dikakinyapun ikut berdiri. Ia coba meluruskan kaki dan tangannya yang sempat memeluk badan diatas kursi.
“Gak ada, gak ada mahluk gituan.” Ucapnya lirih. Mencoba untuk menguatkan diri bahwa tak ada mahluk yang seperti di tivi yang tadi malam ia tonton. Nafasnya masih bergemuruh tak karuan.
Tokk Tokk
“Diem luh.” Dengan tangan yang kanan teracung keudara dan yang kiri memeluk ubun sambil menunduk. Dia mulai membentak pada –entah apa-. Tapi itupun tak membuat ketakutan dalam dirinya berkurang. Rian masih saja bergidik. Ia tak dapat lagi mengontrol keringat yang bercucuran membanjiri kaosnya. Maniknyapun tak sanggup lagi menatap layar computer yang terang itu.
Sssssshhhhhh
Sebuah desisan.
“Aaaaaaaaaaa.”
Akhir cerita. Pemuda cungkring bernama Rian itupun mabur. Terbirit-birit keluar kamar. Dia lupa akan sesuatu yang sangat penting. Biarkanlah dia sadar setelah kerumunan gadis di jalan depan rumah menutup mata mereka dengan telapak tangan (dan celah itu pasti ada). Dicelah itu mereka bisa melihat bagaiman bentuk dibalik retsleting celana yang terbuka.
oOo
“Pala lu isinya jorok sih bro.” kamar yang didekorasi oleh gantungan baju dan celana kotor itu masih sudah tak berpenghuni Rian, tapi ada mahluk astral ada yang mengernyit kebauan disana. Disudut ruangan tempat Rian bersemayam tadi, layar computer masih memutarkan pertunjukan asyik antara sepasang manusia yang berlaku seperti sepasang babi jantan dan betina.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar