Mungkin saat SMA tidak, tapi sekarang rasanya malesin
banget.
Ketika membicarakan perihal calon imam. Ya calon suami.
Kadang kita (saya dan teman perempuan) saling menyusun doa dalam bait puisi
atau sajak yang manis. Bahkan suka bikin nangis.
Contohnya:
WAHAI CALON IMAMKU YANG AKAN BERTAHTAH DIHATIKU
Ya Allah…
Peluklah hati ini di saat ku mulai merasa gelisah, dalam penantian penuh kesabaran ini, terkadang Hatiku merasa rindu pd dia insan yg ku cintai dalam diamku…
Ya Rabb …
Biarlah Ku simpul dalam setiap do’a-doa dalam Istikharahku kepada-MU rasa ini agar kelak Engkau satukan hatinya dan hatiku yang kan bertaut dan bersemi indah karna Redha-MU….
Ya Rabb…
Tuntunlah Hati hamba agar hanya mau menerima CINTA seorang Insan yang benar-benar Pilihan-MU bukan Semata-mata Pilihan Nafsuku.
Ya Rabb …
,bila dia memang baik untukku,agamaku,masa depan dunia dan akhiratku,bisa membimbing dan membawaku lebih dekat pada-Mu, Maka dekatkanlah diriku dgnnya & satukanlah kami dalam pernikahan yang sakinah, mawaddah, warrahmah …
Tapi kalau bukan dia yang terbaik, Maka jangan biarkan kekagumanku menjadi suka apalagi cinta. Jadikanlah kekagumanku seperti orang lain kagum padanya.
Engkaulah Maha membolak-balikkan hati Maka kutitipkan rasa ini, kuserahkan semuanya pada-Mu, karena semua ini adalah milik-Mu…
Aamiin ya Robbal’ alamiin….....
(c) by: http://formasjic.wordpress.com/2011/12/15/wahai-calon-imamku-yang-akan-bertahta-di-hatiku/
Ya Allah…
Peluklah hati ini di saat ku mulai merasa gelisah, dalam penantian penuh kesabaran ini, terkadang Hatiku merasa rindu pd dia insan yg ku cintai dalam diamku…
Ya Rabb …
Biarlah Ku simpul dalam setiap do’a-doa dalam Istikharahku kepada-MU rasa ini agar kelak Engkau satukan hatinya dan hatiku yang kan bertaut dan bersemi indah karna Redha-MU….
Ya Rabb…
Tuntunlah Hati hamba agar hanya mau menerima CINTA seorang Insan yang benar-benar Pilihan-MU bukan Semata-mata Pilihan Nafsuku.
Ya Rabb …
,bila dia memang baik untukku,agamaku,masa depan dunia dan akhiratku,bisa membimbing dan membawaku lebih dekat pada-Mu, Maka dekatkanlah diriku dgnnya & satukanlah kami dalam pernikahan yang sakinah, mawaddah, warrahmah …
Tapi kalau bukan dia yang terbaik, Maka jangan biarkan kekagumanku menjadi suka apalagi cinta. Jadikanlah kekagumanku seperti orang lain kagum padanya.
Engkaulah Maha membolak-balikkan hati Maka kutitipkan rasa ini, kuserahkan semuanya pada-Mu, karena semua ini adalah milik-Mu…
Aamiin ya Robbal’ alamiin….....
(c) by: http://formasjic.wordpress.com/2011/12/15/wahai-calon-imamku-yang-akan-bertahta-di-hatiku/
Sekarang? Rasanya malesin
banget. Kata-kata manis itu menjelma menjadi peluru yang menghambur kepada saya
sendiri.
Contohnya:
Woyy! Kalo pengen imam yang
rajin solat. Lu dulu sholat yang bener. Jangan nyuruh orang lain sholat tapi lu
kagak.
Kalo pengen imam yang rajin
sedekah. Harta lu jangan dibeliin make up doank. Sana, sumbangin ama anak
yatim.
Pengen Imam sayang sama elu dan
keluarga, sendirinya malah nyuekin keluarga pas di weakend. Padahal itu waktu
berharga lu sama keluarga.
Please, jangan minta yang
aneh-aneh kalau lu sendiri kagak ngelakuin seperti apa yang lu pengen di diri
orang lain. Banyakin ngaca diri, jangan Cuma ngaca tampang doank.
(c) by: ila
Ya begitu lah… hehe
0 komentar:
Posting Komentar